Liburan, Muhammad Syafi'i: Waktunya Memanen Jagung
Liburan telah tiba setelah otak diperas habis-habisan mengerjakan Penilaian Akhir Semester. Di saat liburan, saya tidak tinggal diam dengan bermalas-malasan atau berbaring di tempat tidur seharian. Menjadikan mudah gabut...
Sebagai anak yang sejak kecil sudah akrab dengan aroma tanah sawah dan gatalnya padi, saya membantu orangtua memanen jagung. Iya, panen jagung.
Saya dan Bapak memanen jagung di sawah. Cuaca yang tidak menentu membuat kami harus cepat-cepat mengerjakannya. Ditemani kicau burung Pipit yang mencari makan, saya bersemangat membantu Bapak. Kadang ada rasa tidak tega di dalam hati ketika melihat keringat yang menetes dari wajah beliau. Keringat yang menetes itu sebesar biji jagung yang sedang dalam genggamanku. Maka dari itu, semoga hal kecil ini menjadikan wujud baktiku kepada orangtua.
Berhubung sedang musim penghujan, tentu merupakan waktu yang tepat bagi biji-bijian untuk tumbuh dengan mudah. Sinar matahari tidak rutin menyinari, oleh sebab itu kami mendapatkan kendala dalam menjemur jagung. Namun, di setiap kesulitan maka akan ada kemudahan. Bapak saya menggunakan metode memanggang biji jagung yang sudah dipipil di atas seng panas supaya biji-biji tersebut tidak berkecambah. Jika biji-biji tersebut berkecambah maka tidak laku dijual. Tamatlah sudah...
Baca Juga: Sambut Porsema XII Jateng, Panitia dan Official Jepara Rapatkan Barisan
Metodenya sangat mudah. Jagung yang sudah dipipil ditaruh di atas loyang yang terbuat dari seng. Jarak seng dari lantai kira-kira 50 cm, kemudian nyalakan api di bawah seng. Api yang digunakan jangan terlalu besar karena dikhawatirkan membuat jagung menjadi gosong. Untuk bahan bakarnya dari kayu, seperti kayu waru, kopi, serta sabut kelapa sebagai penunjangnya. Setiap 15 menit sekali, jagung dibolak-balik agar panasnya merata. Jagung akan kering setelah 8-10 jam pemanggangan.
Metode pemanggangan biji jagung di desa Papasan
Mengeringkan jagung dengan metode tersebut memang efektif. Namun, hal ini juga memiliki kekurangan yaitu harga jagung akan lebih murah dibanding dengan jagung yang dikeringkan di bawah matahari langsung.
Saya bersyukur bisa mengetahui proses pertanian dari awal hingga akhir. Hal itu yang membuat saya berkeinginan untuk menciptakan teknologi pertanian di masa mendatang. Panen jagung menjadi pengalaman menarik saat liburan... Waktunya kembali bersekolah.
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
MA Matholiul Ulum Banjaragung Gelar Upacara Peringatan Hari Kartini 2026
Mamuba.sch.id- Dalam rangka memperingati Hari Kartini, MA Matholiul Ulum Banjaragung menggelar upacara bendera pada Selasa, 21 April 2026. Upacara yang berlangsung khidmat ini menj
Yayasan Matholiul Ulum Banjaragung Gelar Halalbihalal dan RAT Koperasi ARTHA BERKAH
Mamuba.sch.id- Aula MA Matholiul Ulum Banjaragung menjadi saksi hangatnya tali silaturahmi pada Kamis, 16 April 2026. Yayasan Tarbiyatul Islam Matholiul Ulum Banjaragung menyelengg
Siswa-siswi MA Matholiul Ulum Banjaragung Belajar Tanam Selada di Kebun Hidroponik
Mamuba.sch.id- Pimpinan Komisariat IPNU-IPPNU bersama Lembaga Pers Siswa (LPS) "WASIS" MA Matholiul Ulum Banjaragung menggelar kegiatan bertajuk "KITA HARUS MENANAM KEMBALI" pada S
Membanggakan! 4 Siswa MA Matholiul Ulum Banjaragung Berhasil Lolos SPAN-PTKIN 2026
Mamuba.sch.id- Kabar gembira menyelimuti keluarga besar MA Matholiul Ulum Banjaragung. Sebanyak empat peserta didik dinyatakan lulus seleksi jalur Seleksi Prestasi Akademik Nasiona
Siswa-siswi MA Matholiul Ulum Banjaragung Gelar Istighosah Jelang Ujian Madrasah
Mamuba.sch.id- Menjelang pelaksanaan Ujian Madrasah (UM) tahun ajaran 2025/2026, keluarga besar MA Matholiul Ulum Banjaragung menggelar kegiatan Istighosah dan Doa Bersama pada Min
Pererat Silaturahmi, Keluarga Besar MA Matholiul Ulum Banjaragung Gelar Halalbihalal 1447 H
Mamuba.sch.id- Mengawali kegiatan pasca libur Idulfitri, Keluarga Besar MA Matholiul Ulum Banjaragung menyelenggarakan acara Halalbihalal yang diikuti oleh seluruh civitas akademik
Membidik Prestasi Hingga Tingkat Provinsi melalui Study Club di MA Matholiul Ulum Banjaragung
Mamuba.sch.id- Bagi sebagian besar pelajar, mendengar kata "belajar tambahan" mungkin terasa melelahkan. Namun, suasana berbeda akan kita temukan di MA Matholiul Ulum Banjaragung.
Perkuat Karakter dan Kemandirian, Internasional Edupreneurship Gelar Sosialisasi Edukasi di MA Matholiul Ulum Banjaragung
Mamuba.sch.id- Lembaga Internasional Edupreneurship menunjukkan komitmennya dalam mengawal kualitas generasi muda. Bekerja sama dengan Gerakan Kewirausahaan Nasional (GKN) Jawa Ten
MA Matholiul Ulum Banjaragung Membuka Program Vokasi untuk Cetak Lulusan Siap Kerja
Mamuba.sch.id- Madrasah Aliyah Matholiul Ulum Banjaragung secara resmi mengumumkan pembukaan Penerimaan Murid Baru Madrasah (PMBM) untuk tahun ajaran baru. Mengusung konsep madrasa
Harumkan Nama Yayasan Matholiul Ulum Banjaragung, Dua Anak Didik Coach Naviz Berjaya di Kejurkab Pagar Nusa 2026
Mamuba.sch.id- Gelaran Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Pagar Nusa ke-IX Tahun 2026 menjadi saksi bisu tangan dingin seorang pelatih muda berbakat, Roudhotun Naviz Satuzzahroh. Dalam



